Berbagi Inspirasi #2 : Muhammad Rizki

Salam menginspirasi!

Halo Gadjah Mada Muda! Kali ini inspirasi UGM membawa lebih dekat sosok Kak Rizki yang merupakan mahasiswa berprestasi Fakultas Hukum 2015. Beliau bercerita tentang mimpi dan pengalamannya bersama Kommapres, sekaligus tips-tips inspiratif untuk kita. yuk kita simak perbincangan tim Inspirasi UGM dengan Kak Rizki

Inspirasi UGM: Introduction, Halo Kak Rizki tolong perkenalkan diri kakak ya ?

Kak Rizki: Halo Gadjah Mada Muda !

Perkenalkan, nama saya Muhammad Rizki, saya lebih akrab dipanggil rizki atau pepi. Panggilan pepi ini sudah melekat sedari SMP, mungkin karena mirip dengan artis Peppy kali ya. Hehe. Saya lahir di Kota Padang, 9 Agustus 1993, anak bungsu dan laki-laki satu-satunya dari tiga bersaudara. Saya berkuliah di Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, angkatan 2012. Tepat tahun lalu saya dianugerahkan sebagai Mahasiswa Berprestasi Fakultas Hukum Tahun 2015 dan finalis 10 besar Mahasiswa Berprestasi UGM pada tahun yang sama.

Berbicara tentang hobi, saya hobi berolahraga seperti bermain futsal dan badminton. Saya sangat suka travelling, baik dalam arti berkelana ke tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia atau luar negeri, maupun kegiatan outdoor seperti camping dan hiking. In “me” time saya juga suka menghabiskan waktu dengan membaca novel-novel inspiratif, menulis jurnal pengalaman pribadi, menonton bioskop, atau hang out bersama teman-teman saya seperti karaoke, paintball, makan-makan, nongkrong, dan lain-lain.

Muhammad Rizki, Fakultas Hukum 2012. Mahasiswa Berprestasi Utama Fakultas Hukum 2015

Muhammad Rizki, Fakultas Hukum 2012. Mahasiswa Berprestasi Utama Fakultas Hukum 2015

Inspirasi UGM: Notable Achievement, menurut kakak pribadi selama kuliah di UGM pencapaian terbesar apa yang pernah kakak raih?

Kak Rizki:

Wah, suatu kehormatan bagi saya mendapatkan pertanyaan seperti ini, kalo ditanya pencapaian terbesar atau berkesan, sejujurnya, telah hampir 4 tahun saya merantau dan tinggal di kota yang penuh sejuta momen indah dan tak terlupakan, apakah itu positif maupun negatif, seperti naik roller-coaster, terkadang kita berada di atas, terkadang di bawah sehingga setiap detik yang saya lalui disini penuh kesan dan bermakna.

terkadang kita berada di atas, terkadang di bawah sehingga setiap detik yang saya lalui disini penuh kesan dan bermakna.

Inspirasi UGM: The Story, bisa kakak ceritakan nggak tentang pencapaian tersebut?

 Kak Rizki :

Jika saya memberikan prioritas pada pencapaian terbesar, maka I woud say diberikan amanah dengan predikat Mahasiswa Berprestasi ini

a)      Apa pencapaian tersebut?

Jika saya memberikan prioritas pada pencapaian terbesar, maka I woud say diberikan amanah dengan predikat Mahasiswa Berprestasi ini. Karena ini dapat saya katakan sebagai the highest satisfaction among utmost efforts, organizational experiences, abroad activities and other notable achievements I’ve been struggling in these past 3.5 years in UGM. Yang tentunya dengan menyandang predikat tersebut, saya memiliki tanggung jawab besar yang saya emban di pundak saya.

b)      Kapan kakak mendapatkannya?

Semua berawal pada tahun 2014, sekitar bulan Oktober, ketika itu dulu di Fakultas, saya kebetulan sedang mengurus keperluan administratif di loket akademik, saya lihat ada info sedang dibuka pendaftaran untuk Mahasiswa Berprestasi Fakultas Hukum tahun 2015, sontak kabar menggembirakan ini membuncah sanubari hati saya, kesempatan yang telah saya tunggu-tunggu dari awal menginjakkan kaki saya di Fakultas ini pada Agustus 2012 dan bucket list yang terpampang di dinding kamar kos saya untuk menjadi Mahasiswa Berprestasi UGM tahun 2015 terbuka lebar. Saya berpikir dua kali untuk mendaftar pada tahun ini atau menunggu tahun ke depan, akhirnya setelah memutuskan saya akan mencoba peruntungan saya di tahun ini. Singkat cerita, setelah ditetapkan sebagai Mapres FH waktu itu, saya diberikan kepercayaan mewakili fakultas sebagai satu-satunya representasi Fakultas Hukum di tingkat Universitas. Bertemu dengan 43 wajah-wajah yang bercahaya, rekan-rekan Mapres lain dengan segudang prestasinya yang sangat brilian dan cemerlang membuat saya bersyukur dan bangga saya diberikan kesempatan disejajarkan dengan insan berprestasi dari berbagai fakultas dan sekolah vokasi UGM. Suatu momen yang begitu memorable bagi saya, it feels lke one of my dream bucket list has been checked off.

c)       Apa yang melatarbelakangi kakak berusaha mencapai hal tesebut?

Mengingat untuk mencapai mahasiswa berprestasi memerlukan perjuangan yang maksimal, yang sepanjang pengetahuan saya hanya mahasiswa-mahasiswa terpilih dengan seabrek prestasi baik dalam lingkup menjuarai kompetisi, meraih beasiswa untuk program-program ke Luar Negeri, penelitian-penelitian dengan lingkup Nasional maupun Internasional, tulisan-tulisan ilmiah yang telah dipublikasi pada jurnal internasional, sociopreneurship atau organisatoris yang berpengalaman yang mana indikator-indikator tersebut yang menunjang untuk menjadi Mahasiswa Berprestasi. Atas parameter itulah yang menjadi self-energizer saya untuk dapat berusaha semaksimal mungkin mencapai target-target yang telah saya tulis di resolusi yang saya pampang di kamar maupun saya publikasikan di blog pribadi saya. Tidak hanya berhenti disana, setelah bertemu dengan 43 sosok-sosok yang inspiratif dan impresif dengan pengalamannya yang begitu sensasional, menggenjot semangat saya untuk lebih berkontribusi dan berdedikasi lagi, tidak hanya berorientasi pada keuntungan pribadi atau bersifat individualis tetapi juga bagaimana dengan prestasi kita tersebut dapat bermanfaat bagi orang lain juga.

d)      Ada perjuangan/pengorbanan apa dibalik pencapaian tersebut?

Untuk mencapai predikat ini, frankly speaking, banyak lika-liku perjalanan hidup yang saya lalui di bangku perkuliahan ini. Dimulai dari tahun pertama, tak banyak yang saya raih karena saya masih meraba-raba mencari prioritas diantara segudang kesempatan yang ada, dua diantaranya adalah dimana saya bersama delegasi lain alhamdulillah diberikan kesempatan menjadi delegasi pada Asian Law Students’ Association (ALSA) Conference, South Korea, meraih juara tiga pada National English Competition Paper Presentation yang diselenggarakan oleh ALSA LC UI dan organisasi-organisasi serta kepanitiaan-kepanitiaan yang saya lalui baik sebagai staff, koordintor hingga menjadi Project Officer. Di Tahun kedua, mungkin dikatakan adalah puncak dari pencapaian saya, seperti terpilih menjadi peserta Indonesia Leadership Camp (ILC), Indonesia Entrepreneurship Camp, Beasiswa sebagai delegasi Indonesia pada APEC Voices of the Future, Bali, dimana saya berkesempatan bertemu kepala negara/pemerintah dan CEO-CEO yang selama ini hanya saya lihat dari layar televisi saja. Di kancah Internasional, saya meraih beasiswa oleh Kyushu University untuk mengikuti Short Course Asean in Today’s World, Ateneo de Manila University, The Philippines dan beasiswa oleh The Fund for American Studies pada summer school Asia Institute Political and Economy Programme, University of Hong Kong. Saya juga berusaha meningkatkan kemampuan pada aspek profesionalitas dan team work saya dengan terlibat dengan beberapa organisasi intra maupun ekstra kampus, dimana untuk tahun kedua ini saya mendapatkan amanah sebagai Coordinator of Legal Event of ALSA LC UGM serta saya juga merupakan Ketua Angkatan 2012 ALSA LC UGM. Selain itu, saya bersama beberapa alumni ILC adalah founder dari Nusantara Young Leaders, dan di tahun pertama saya menjabat sebagai Vice President of Internal. Di tahun ketiga saya memfokuskan waktu saya pada amanah saya di ALSA serta alhamdulillah terdapat 2 pencapaian yaitu Best Delegate in ALSA International Study Trip Indonesia dan National Champion of National Selection of The Louis M. Brown and Forrest S. Mosten International Client Consultation Competition. Di tahun ini saya juga diamanahkan sebagai Director of ALSA LC UGM setelah saya diamanahkan juga beberapa bulan sebelumnya sebagai Mapres.  Begitulah kurang lebih pencapaian-pencapaian yang saya usahakan untuk mencapai target saya sebagai Mapres, walaupun kesannya semuanya begitu indah dilalui, believe me, banyak pengorbanan yang saya lewati, dimulai dari indeks  prestasi saya yang menurun walaupun Alhamdulilah masih cumlaude, keterbatasan finansial, pro dan kontra di antara keluarga karena saya kesannya menomorduakan akademik, waktu istirahat yang berkurang, serta permasalahan internal lainnya. At the end, beragam hambatan tersebut hanyalah sebagai bumbu pemanis dalam sebuah masakan, agar perjalanan yang dilalui tidak berjalan dengan mulus, justru dengan hambatan itu lah makes us always stronger dan tougher.

Beragam hambatan hanyalah sebagai bumbu pemanis dalam sebuah masakan, agar perjalanan yang dilalui tidak berjalan dengan mulus, justru dengan hambatan itu lah makes us always stronger dan tougher.

Kak Rizki pada Summer School Asia Institute Political and Economy Programme, University of Hong Kong.

Kak Rizki pada Summer School Asia Institute Political and Economy Programme, University of Hong Kong.

e)      Ada cerita unikkah dibalik pencapaian itu?

Well, cerita unik ya, setiap momen road to Mapres itu selalu meninggalkan kesan tersendiri dan cerita unik di dalamnya, mulai dari language barrier dengan locals ketika saya di Korea atau Filipina, sehingga saya harus menggunakan Bahasa isyarat yang sangat ampuh, atau ketika di Hong Kong dimana untuk menghemat pengeluaran saya selama 1 bulan disana, saya menyetok mie instan, sereal, roti dan bubur instan sebagai makanan saat sahur dan berbuka puasa, dan banyak cerita-cerita unik lain yang terkadang membuat saya tersenyum kembali ketika mengingatnya. Pada akhirnya saya sangat bersyukur, karena tidak hanya bagaimana agar kita bisa ke Luar Negeri, tetapi justru perjuangan pra-keberangkatan atau ketika berada disanalah yang lebih menantang, sungguh sayang ketika kita hanya membanggakan diri bisa ke luar negeri hanya untuk kepentingan individual, urgensinya adalah ketika kita kembali kita dapat menyebarkan virus positif, dan berbagi kebahagiaan dengan sesama.

Inspirasi UGM: People you wanna be in the future? Wah, pencapaian yang luar biasa ya kakak… sebenarnya apa yang melatar belakangi kakak menjadi seperti sekarang/ kakak ingin menjadi sosok seperti apa di masa depan?

Kak Rizki : Mulai dari masa tumbuh-kembang saya, cita-cita saya selalu berubah, dimulai dari waktu kecil menjadi astronot, guru, hingga dokter. Keinginan menjadi dokter tertempa pada diri saya hingga tingkat SMA kelas XI. Menyadari kemampuan dalam bidang sains saya tidak cukup mumpuni, membuat saya berpikir ulang akan masa depan saya, setelah berkonsultasi dan bertanya-tanya kepada senior, guru konseling dan kolega-kolega saya, saya memutuskan ingin menjadi Diplomat one day. Walaupun agak sulit meyakinkan orang tua saya karena ibu saya menginginkan saya menjadi seorang dokter, namun sepulangnya ke tanah air dari negeri Paman Sam, alhamdulillah orang tua saya memberikan support pada saya sepenuhnya. Hingga saya memutuskan untuk mengambil jurusan Hukum dengan konsentrasi Hukum Internasional agar ketika saya wisuda nanti, saya tidak hanya memahami unsur diplomatic relation tetapi juga mempunyai spesialisasi sebagai sarjana Hukum. Di usia 22 tahun ini, jika saya melihat kembali ke belakang, bagaimana terjalnya perjalanan saya, yang begitu fluktuatif membuat saya selalu mengucapkan rasa terimakasih  yang paling mendalam kepada Sang Pencipta, Allah SWT, atas kenikmatan yang telah diberikan kepada saya, saya merasa sangat beruntung diberikan anugerah hingga ke posisi saat ini, dapat bersekolah dari SMP dan SMA terbaik di kota atau bahkan Provinsi Sumatera Barat, kesempatan belajar ke negeri seberang ketika baru menginjak usia 17 tahun, lulus diterima di Ritsumeikan Asia Pacific University, Japan, President University, UI dan UGM, sebelum saya memutuskan UGM adalah pelabuhan saya selanjutnya, perjalanan ketika merantau di bumi Ngayogyakarto ini yang begitu berwarna dan indah. Semuanya pada akhirnya membuat saya terus bersyukur seraya saya harus terus mengembangkan potensi, meningkatkan kualitas diri hingga saya mencapai cita-cita saya nanti, dan tentunya untuk selalu berbagi, menularkan apa yang telah kita dapatkan kepada orang lain, karena saya yakin the power of giving itu merupakan puncak dari kebahagiaan hakiki seseorang. Bukan soal how much you can gain, but how much you can give, itulah defisini tepat dari rich people.

menularkan apa yang telah kita dapatkan kepada orang lain merupakan puncak dari kebahagiaan hakiki seseorang. Bukan soal how much you can gain, but how much you can give, itulah defisini tepat dari rich people.

Inspirasi UGM: Inspiration/Idea, boleh dibagi kak tipsnya untuk selalu terinspirasi dan selalu punya banyak ide?

Kak Rizki : Satu hal yang ingin saya share, bahwa meraih predikat Mahasiswa Berprestasi adalah suatu bonus, acknowledgement atau penghargaan serta apresiasi atas prestasi-prestasi yang telah kita raih dan mengharumkan nama Gadjah Mada baik di kancah Nasional maupun Internasional. Jadi bagi adik-adik sekalian, jangan terlalu terobsesi untuk menjadi Mahasiswa Berprestasi, sangat dibolehkan menargetkan Mapres sebagai salah satu tujuan adik-adik semua. Akan tetapi, once kita berada di dunia kerja nanti, tidak selalu dengan predikat Mapres ini, memudahkan adik-adik dalam mencari kerja, semua kembali lagi kepada niat dan ikhtiar adik-adik dalam perjuangan mencapai cita-cita.

Ini ada beberapa  tips dari saya yang mungkin saja dapat bermanfaat bagi adik-adik semua:

  1. Selalu tulislah resolusi yang ingin dicapai tiap tahunnya, dan di akhir tahun, akhiri dengan evaluasi as feedback terhadap apa saja keinginan adik-adik yang telah tercapai atau belum. Dengan adanya resolusi tersebut akan sangat memudahkan adik-adik untuk mempersiapkan amunisi-amunisi untuk mencapai target tersebut. Goals give us direction. They put a powerful force into play on a universal, conscious, and subconscious level. Goals give our life direction.
  2. Setiap orang mempunyai cara tersendiri untuk mendapatkan ide, kalau cara saya adalah dengan berdiskusi dengan teman-teman atau dengan senior-senior yang telah berpengalaman ketika saya telah set goals, trust me, it truly works! Maka, hargailah proses, regardless apapun hasilnya, kembali lagi hasil adalah bonus atas kerja keras kita. Hard work never betrays guys!

Inspirasi UGM: Role Model, kalau boleh tau siapa role model kakak selama ini? Dan kenapa?

Kak Rizki: I would say Mama saya, serta seluruh keluarga besar Tuk Nung Yo. Peran dan kontribusi dari keluarga saya sangat besar dan tak bisa saya hitung satu persatu. Dukungan moril dan materil yang sangat luar biasa, ketika saya kesulitan, selalu diberikan nasehat yang begitu solutif. Mengapa mama saya, ketika batu terjal dalam kapal saya mulai berguncang di saat kelas 4 SD, saya harus menghadapi kenyataan hidup, role model saya dalam hidup yaitu ayah saya, harus pergi meninggalkan kami semua, di saat kakak pertama saya harus merantau untuk melanjutkan tingkat perguruan tinggi di ibukota, kakak kedua saya yang akan menghadapi ujian tingkat akhir di bangku SMA. Dulu yang segala keinginan saya selalu dipenuhi oleh ayah saya, masih terngiang dalam pikiran saya, setiap hari dijemput antar oleh Ayah saya, menemani beliau untuk melakukan cuci darah sebagai terapi penyembuhan penyakit ginjal yang beliau derita bertahun-tahun, atau menemani beliau saat bekerja di salah satu pertokoan tekstil di Pasar Raya Kota yang disebut sebagai kota bengkuang ini, bersuka ria, tanpa ada beban dalam hidup, namun semuanya harus terhalang ketika Ayah saya tersebut dipanggil Yang Maha Kuasa. Bagaimana mama saya bisa tabah menghadapi cobaan hidup, harus berjuang seorang diri melanjutkan estafet sebagai kepala keluarga, mencari nafkah dan menjadi ibu untuk anak-anaknya, selalu bersabar dalam menghadapi tabiat saya yang begitu nakal dan sering cabut dari sekolah, dan segala permasalahan lain yang membuat saya begitu salut tidak membuat semangatnya menjadi pudar. Hingga kini, anak-anaknya telah sukses, yang pertama diterima kerja di Badan Pusat Statistik, yang kedua bekerja di PLN Pusat dan yang ketiga sedang berjuang untuk mencapai cita-citanya.

She’s totally irreplaceable for me!

Peran dan kontribusi dari keluarga saya sangat besar dan tak bisa saya hitung satu persatu (Kak Rizki dan keluarga)

Peran dan kontribusi dari keluarga saya sangat besar dan tak bisa saya hitung satu persatu (Kak Rizki dan keluarga)

 

Inspirasi UGM: Ambition, adakah yang menjadi cita-cita kakak dan belum tercapai? dan apa yang kakak lakukan terhadap hal tersebut?

Kak Rizki : Tentu saja ada. Karena saya yakin, setiap orang dapat jatah gagalnya, gunakan jatah gagal tersebut sebelum meraih tujuan hidup kita dan untuk mencapainya tentu perlu perjuangan yang begitu keras, sekerasnya hidup ini, jika kita tetap pada posisi kita, berjalan stagnan tanpa ada langkah progresif setiap harinya, maka bersiap-siap untuk selalu menjadi korban dalam hidup ini, dan tidak lupa pula untuk tidak lupa diri kepada sang Pencipta, setiap urusan yang kita hadapi selalu sematkan dengan doa di akhirnya serta ibadah yang tidak henti-hentinya, kekuatan doa dan keimanan kita begitu indah dan tidak akan pernah kita duga, sesuatu yang mungkin secara kasat mata hanyalah mimpi dan bualan semata dapat menjadi kenyataan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Kunci itulah yang selalu saya camkan pada diri saya dan beristiqamah dalam melakukannya untuk mencapai cita-cita saya menjadi seorang diplomat bagi tanah air ini.

Inspirasi UGM:The Secret, kalau boleh dibagi, apa rahasia sukses kakak pada pencapaian-pencapaian yang telah kakak raih?

Kak Rizki : Pantang menyerah, selalu mendengarkan kritikan dan masukan, selalu set up target yang ingin dicapai di tiap tahunnya, belajar dari kesalahan, dan utamakan rasa kekeluargaan. Yang terpenting adalah Jangan lupa untuk selalu berdoa dan mendoakan orang lain serta selalu bersedekah secara rutin. Ingatlah Allah Maha Adil lagi Mendengar, ketika kita mendoakan orang lain, maka niscaya Malaikat-malaikat pada waktu bersamaan mendoakan kita kembali. Insha Allah apapun yang adik-adik Gadjah Mada lakukan senantiasa akan  dipermudah dan dilancarkan. The power of prayers are definitely remarkable!

Yang terpenting adalah Jangan lupa untuk selalu berdoa dan mendoakan orang lain serta selalu bersedekah secara rutin. Ingatlah Allah Maha Adil lagi Mendengar

Inspirasi UGM: Inspiring words, kak tolong berikan pesan buat adik-adik gajah mada ya?

Kak Rizki :

“Man Jadda Wajada, Man Shabara Zhafira”

2 kunci itulah yang dapat menjadi ramuan ampuh untuk mencapai kesuksesan, dan selalu sematkan doa Rabbi yassir wala tu’assir Rabbi tammim bi khair setiap kali kita menemukan kesulitan.

 So, Have a great luck and Godspeed Gadjah Mada Muda!

Muhammad Rizki

Fakultas Hukum UGM, 2012

Be earnest, perseverance and unstoppable prayers.

Ini hanyalah sekelumit perjalan hidup perantau minang di negeri seberang.

Inspirasi UGM: Terimakasih kak mau berbagi INSPIRASI, salam hangat dari tim Inspirasi UGM. Sukses selalu!

(kaq)

Berbagi Inspirasi #1 : Fajrun Wahidil Muharram

Salam menginspirasi!

Halo Gadjah Mada Muda! Kali ini inspirasi UGM membawa lebih dekat sosok Mas Fajrun yang merupakan mahasiswa berprestasi fakultas Geografi 2013. Beliau bercerita tentang mimpi dan pengalamannya bersama Kommapres, sekaligus tips-tips inspiratif untuk kita. yuk kita simak perbincangan tim Inspirasi UGM dengan Kak Fajrun.

Inspirasi UGM: Introduction, Halo kak fajrun tolong perkenalkan diri kakak ya ?

Kak Fajrun:  Hai Gadjah Mada Muda.

 Perkenalkan, saya Fajrun Wahidil Muharram, alumni Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh Fakultas Geografi angkatan 2010, kelahiran Sampang, 2 Juli 1992. Saya dianugerahkan sebagai Mahasiswa Berprestasi Fakultas Geografi di tahun 2013.

 Tak jauh beda dengan kebanyakan teman-teman, saya hobi berolahraga seperti berenang, bersepeda, dan joging; travelling; serta membaca buku. Bersepeda, joging, dan travelling biasa saya lakukan bersama teman-teman. Sedangkan baca buku sambil ngopi atau pun berenang biasa saya lakukan di saat ‘me time’.

Kak Fajrun, Mahasiswa Berprestasi Fakultas Geografi 2013

Kak Fajrun, Mahasiswa Berprestasi Fakultas Geografi 2013

Inspirasi UGM: Notable Achievement, menurut kakak pribadi selama kuliah di UGM pencapaian terbesar apa yang pernah kakak raih? 

Kak Fajrun:  Secara umum, pencapaian-pencapaian yang pernah saya raih sejauh ini berbeda-beda dan masing-masing memiliki kesan tertentu. Dari semua itu, ada yang menyenangkan dan ada pula yang sampai membuat saya hampir down.

 Ada satu pencapaian yang mungkin terlihat biasa namun manfaat dan semangatnya tetap terasa hingga kini. Bahkan sampai saya lulus dan tidak dapat berjumpa secara langsung dengan mereka, rasa kekeluargaan itu masih ada.

Inspirasi UGM: The Story, bisa kakak ceritakan nggak tentang pencapaian tersebut?

Kak Fajrun:

Pencapaian yang paling berkesan tersebut adalah menjadi bagian dari Komunitas Mahasiswa Berprestasi atau yang lebih akrab dengan sebutan Kommapres.

a)      Apa pencapaian tersebut?

Pencapaian yang paling berkesan tersebut adalah menjadi bagian dari Komunitas Mahasiswa Berprestasi atau yang lebih akrab dengan sebutan Kommapres.

 b)      Kapan kakak mendapatkannya?

Saya menjadi bagian dari Kommapres setelah dianugerahkan sebagai Mahasiswa Berprestasi Fakultas Geografi 2013. Desember di tahun itu, sebuah acara disusun untuk merayakan Dies Natalies UGM ke-64, dan setiap fakultas mengirimkan mahasiswa terbaiknya sebagai perwakilan.

Saya pun bertemu beberapa teman yang sebagian sudah saya kenal sebelumnya dan sebagian lagi baru saya kenal di malam itu. Dan ternyata, mereka adalah orang-orang hebat dan pilihan dari fakultas masing-masing.

c)       Apa yang melatarbelakangi kakak berusaha mencapai hal tersebut?

Sebenarnya, saya tidak memiliki rencana apa pun, termasuk keinginan khusus untuk menjadi bagian dari Kommapres. Namun saya tahu, setiap dari mereka yang berada di situ adalah pribadi yang memiliki keunggulan di bidang masing-masing. Ada yang dikenal dengan pencapaian akademisnya, seperti sudah memiliki beberapa tulisan ilmiah yang telah masuk dalam jurnal internasional, sedang melakukan kolaborasi penelitian bersama beberapa pihak secara multinasional, menjuarai kompetisi nasional dan bahkan internasional; ada yang dikenal dengan pencapaian organisatorisnya seperti menjadi penggerak sociopreneursip untuk kalangan berkebutuhan khusus, penggagas dan pegiat pola hidup ramah lingkungan; dan pencapaian-pencapaian lain yang tidak kalah keren dengan tidak meninggalkan tanggung jawab atas statusnya sebagai mahasiswa.

Dan saat itu, saya hanya ingin mengenal lebih dekat dan berada bersama mereka.

d)      Ada perjuangan/pengorbanan apa di balik pencapaian tersebut?

Perjuangan dan pengorbanan khusus untuk menjadi bagian dari Kommapres saya rasa tidak ada. Semua seperti berjalan mengikuti arusnya. Saat ada seleksi pemilihan mapres di tingkat fakultas, saya mempersiapkan semua syarat kemudian mendaftar. Alhamdulillah lolos dan berlanjut ke seleksi mapres tingkat universitas.

 Namun di balik pencapaian itu, ada perjuangan-perjuangan yang akhirnya bisa mengantarkan saya ke titik tersebut. Mengumpulkan sebanyak mungkin informasi mengenai kampus dan perkuliahan sejak dinyatakan sebagai mahasiswa kemudian segera menentukan jalan apa yang saya pilih dan dimana nanti saya akan berada menjadi awal yang saya lakukan saat pertama masuk UGM.

 Menjadi finalis di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional di tahun pertama kuliah, melakukan presentasi paper di konferensi internasional, memimpin sebuah kelompok studi, berkarya dan memberdayakan masyarakat di pelosok Indonesia timur, dan beberapa hal lainnya menjadi fragmen-fragmen perjuangan yang mengantarkan saya ke depan pintu sebuah rumah yang bernama Kommapres. Kemudian, di malam penganugerahan mapres tersebut saya mendapatkan kunci untuk membukanya.

Menjadi finalis di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional di tahun pertama kuliah, melakukan presentasi paper di konferensi internasional, memimpin sebuah kelompok studi, berkarya dan memberdayakan masyarakat di pelosok Indonesia timur, dan beberapa hal lainnya menjadi fragmen-fragmen perjuangan yang mengantarkan saya ke depan pintu sebuah rumah yang bernama Kommapres. 

e)      Ada cerita unikkah di balik pencapaian itu?

Cerita unik saya rasa tidak ada. Namun cerita-cerita kecil yang menyenangkan dari setiap orang di Kommapres atas pencapaiannya masing-masing selalu menjadi penghangat yang terus menyalakan semangat untuk tetap berkarya dan berprestasi.

 Di tahun 2014, tepat setahun setelah bergabung dalam Kommapres, kami harus mencari pengganti yang akan meneruskan perjuangan menjadi mapres sampai tingkat nasional. Waktu itu, kami dipercaya oleh universitas untuk mempersiapkan semua hal mulai dari sosialisasi sampai terpilih dua orang mapres terbaik. Bahkan kepercayaan itu berlanjut untuk pendampingan mereka dalam mempersiapkan seleksi di tingkat nasional. Saat itu kami memang sedang tidak senggang, semua memiliki kegiatan dan kesibukan masing-masing, namun kami tetap memilih menyanggupi kepercayaan tersebut.

 Alhamdulillah, semua terbayar setelah UGM terpilih sebagai salah satu juara mapres nasional, sebuah pencapaian tertinggi yang telah kami perjuangkan dalam beberapa tahun terakhir. Dan yang membuat saya kagum, setiap tangan-tangan di balik proses itu tetap dapat sembari berkarya, bahkan memberikan hasil yang mengagumkan.

Inspirasi UGM: People you wanna be in the future? Wah, pencapaian yang luar biasa ya kakak… sebenarnya apa yang melatar belakangi kakak menjadi seperti sekarang/ kakak ingin menjadi sosok seperti apa di masa depan?

Kak Fajrun: Hal yang melatarbelakangi saya untuk menjadi seperti sekarang adalah rasa syukur. Tidak semua orang dapat hidup dalam posisi kita sekarang, mendapatkan kesempatan belajar di salah satu kampus terbaik di negeri ini. Wujud dari rasa syukur itu adalah kita melakukan hal terbaik semampu yang kita bisa dengan kesempatan-kesempatan yang ada.

Hal yang melatarbelakangi saya untuk menjadi seperti sekarang adalah rasa syukur.

 Sosok yang tergambar akan diri saya di masa depan tercurah dalam sebuah kalimat ‘Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama.’. Saya ingin terus meningkatkan kapasitas diri agar kelak saya semakin bisa bermanfaat bagi lebih banyak orang, dan harapannya untuk semua orang di negeri ini.

Inspirasi UGM: Inspiration/Idea, boleh dibagi kak tipsnya untuk selalu terinspirasi dan selalu punya banyak ide?

Kak Fajrun: Saya bukan tipe orang yang terlalu menyesuaikan diri dengan aturan. Saya memilih bergerak bebas sesuai keinginan diri. Saya hanya membatasi diri pada dua hal, yaitu selagi niatnya baik dan dilakukan dengan cara yang baik, hal itu akan saya lakukan. Dan tentunya saya pastikan tidak ada pihak yang dirugikan dari perbuatan saya tersebut.

 Mengenai merangsang ide saya pikir tiap orang punya cara berbeda. Bagi saya, ide-ide paling sering ditemukan ketika saya sedang travelling atau pun menyendiri di kedai kopi.

 Beberapa tips ini mungkin akan berlaku general dan bisa teman-teman terapkan:

  1. Ide/keinginan boleh tinggi, bahkan setinggi langit, tapi jangan biarkan ia menjauh dari realita. Dekatkanlah keduanya selalu. Itulah makna berjuang.
  2. Buatlah finishing yang baik dari setiap rencanamu, mulai dari rencana kecil sehari-hari sampai kegiatan yang melibatkan banyak orang. Karena akhir yang baik akan meringankan langkah untuk urusan selanjutnya. Jadi, aturlah baik-baik setiap sumberdaya yang kamu miliki.

Inspirasi UGM: Role Model, kalau boleh tau siapa role model kakak selama ini? Dan kenapa?

Kak Fajrun: Prof. Dr.-Ing. Dr. Sc. Mult. H. Baharuddin Jusuf Habibie, itulah role model yang menurut saya paling sesuai untuk dipanuti di jaman ini. Ia sosok yang taat beragama, cerdas pemikirannya, berjiwa besar, dan tangkas dalam bersikap. Ia punya kesempatan hidup tenang dan layak di negeri Eropa, menjadi warga negara kehormatan. Namun ia memilih pulang untuk membangun negeri tercinta ini. Saya rasa, tidak semua orang dengan kesempatan sebaik itu akan memilih jalan yang tak pasti seperti Pak Habibie.

Inspirasi UGM: Ambition, adakah yang menjadi cita-cita kakak dan belum tercapai? dan apa yang kakak lakukan terhadap hal tersebut?

Kak Fajrun: Ada, insyaAllah saya ingin menjadi seorang praktisi sekaligus akademisi. Saya ingin memberikan yang terbaik bagi Indonesia selama saya hidup, untuk itulah saya ingin mengabdikan diri bagi nusa dan bangsa. Di sisi yang lain, saya pun ingin agar seluruh pengetahuan dan pengalaman saya nantinya ada meneruskan, oleh karena itu saya ingin sembari menjadi akademisi.

Inspirasi UGM:The Secret, kalau boleh dibagi, apa rahasia sukses kakak pada pencapaian-pencapaian yang telah kakak raih?

 

Kak Fajrun: Jangan lupa untuk sebisa mungkin selalu berbuat baik kepada orang lain. Percaya atau tidak, apa yang kita lalukan akan kembali pada kita, baik melalui perputaran yang pendek atau pun panjang. Bisa jadi, di saat kita susah, seseorang akan membantu kita dengan suka hati. Just pay it forward!

Percaya atau tidak, apa yang kita lalukan akan kembali pada kita, baik melalui perputaran yang pendek atau pun panjang.

Inspirasi UGM: Inspiring words, kak tolong berikan pesan buat adik-adik gajah mada ya?

Kak Fajrun: UGM didirikan untuk dua tujuan, kemanusiaan dan Indonesia. Imbangilah keduanya!

UGM didirikan untuk dua tujuan, kemanusiaan dan Indonesia. Imbangilah keduanya!

Inspirasi UGM: Terimakasih kak mau berbagi INSPIRASI, salam hangat dari tim Inspirasi UGM. Sukses selalu!

(kaq)

Sebelas Mahasiswa Melaju ke Babak Final Mapres UGM 2016

Mahasiswa Berprestasi UGM yang akan melaju di SUPERCAMP 2 (doc. MAA)

Mahasiswa Berprestasi UGM yang akan melaju di SUPERCAMP 2 (doc. MAA)

Tahun ini UGM kembali menggelar Pemilihan Mahasiswa Berprestasi 2016. Ajang tahunan yang diikuti oleh mahasiswa terbaik dari 18 fakultas dan sekolah vokasi ini bertujuan untuk mengirimkan delegasi terbaik dari UGM dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional yang akan diselenggarakan oleh DIKTI pada pertengahan tahun 2016.

Setelah melalui seleksi presentasi karya ilmiah, kemampuan berbahasa Inggris, indeks prestasi kumulatif dan prestasi unggulan, sebelas dari 34 mahasiswa dipilih untuk melanjutkan ke babak final Pemilihan Mahasiswa Berprestasi UGM 2016. Kesebelas mahasiswa yang melaju ke babak final dibagi menjadi dua jenjang, yaitu jenjang S-1 dan Diploma.

Alwan Hafizh (F. Teknik), Rizqika Edni Doni (F. Teknik), Andy Aulia (F. Teknik), Andreas Gandhi (F. Teknik), Hibran (F. Teknik), Santika Wibowo (F. Ekonomika dan Bisnis), Layung Sekar (F. Farmasi), Lintang Sagoro (F. Kedokteran), Yoesep Budianto (F. Geografi), Fety Adrianing (Vokasi), dan Aulia Rizka (Vokasi) merupakan sebelas mahasiswa yang akan berkompetisi di babak final pada Maret 2016 nanti. Adapun kriteria penilaian yang digunakan dalam penjurian mengacu pada Panduan Mahasiswa Berprestasi yang diedarkan oleh DIKTI.

Acara yang berlangsung sejak tanggal 6-7 Februari 2016 di Hotel Safira Magelang ini turut mengundang empat pembicara inspiratif dari UGM. Pada sesi pertama, Tri Cahyono (Mapres 1 Vokasi UGM 2015) menyampaikan pengalamannya bertanding di tingkat nasional, disusul dengan Muhsin Al Anas (Ketua Kommapres 2014) yang berbagi kisah inspiratif dan gerakan akar rumputnya di bidang peternakan. Keesokan harinya, I Made Andi Arsana (Ketua Office of International Affairs UGM) dan Dyah Savitri Pritadrajati (2nd Runner Up Mapres UGM 2014) memaparkan kisah inspiratif mereka dan kiat berprestasi di tingkat internasional. Dalam sesi ini, kedua pembicara berpesan pada para peserta mengenai pentingnya harmonisasi jiwa, raga dan pikiran dan pentingnya meluangkan waktu untuk mengetahui diri sendiri. (RN/KOMMAPRES).

UGM Juara 3 Mawapres Nasional

Malang, 30 Juni 2015 – Setelah melalui tes psikologi, presentasi karya tulis ilmiah, presentasi kemampuan berbahasa Inggris dan prestasi unggulan, Dianty Widyowati Ningrum, mahasiswi jurusan Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan FISIPOL UGM ini berhasil menyabet Juara 3 Mahasiswa Berprestasi Nasional. Dianty berhasil memecahkan rekor terbaik sepanjang sejarah UGM dalam ajang pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional DIKTI.

Ajang pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi ini merupakan kompetisi tahunan untuk Mahasiswa Berprestasi Utama dari setiap universitas negeri dan swasta di Indonesia. Untuk dapat melaju ke babak final, para Mahasiswa Berprestasi Utama dari tiap universitas harus melengkapi persyaratan administrasi yaitu karya tulis ilmiah, daftar prestasi unggulan, transkrip akademik, video presentasi karya tulis ilmiah dalam Bahasa Inggris dan video keseharian yang diunggah di laman mawapres.dikti.go.id. Akhirnya terpilih 15 finalis Mawapres Nasional dari jenjang Sarjana Strata-1 dan 15 finalis Mawapres Nasional dari jenjang Diploma.

Proses seleksi babak final yang berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 28-30 Juni 2015 ini sangat kompetitif. Para finalis Mawapres Nasional harus mempresentasikan gagasannya yang dituangkan dalam karya tulis ilmiah dan presentasi kemampuan berbahasa Inggris di hadapan delapan juri yang merupakan pakar nasional. Dalam seleksi babak final ini, finalis Mawapres jenjang Sarjana Strata-1 berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Andalas, Universitas Kristen Krida Wacana, Institut Pertanian Bogor, Universitas Bina Nusantara, Universitas Negeri Malang, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Universitas Udayana, Institut Seni Indonesia Surakarta, Universitas Dian Nuswantoro, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas  Muhammadiyah Purwokerto dan Universitas Gadjah Mada.

Pengumuman hasil seleksi final Mawapres Nasional diadakan di Hotel Santika Premier Malang pada Selasa, 30 Juni 2015. Dianty sebagai Mawapres UGM berhasil menempati peringkat 3 Mawapres Nasional, setelah R. Aditya Brahmana (ITS) sebagai Juara 1 dan Ikrom Mustofa (IPB) sebagai Juara 2. Dengan capaian terbaik sepanjang sejarah UGM ini, diharapkan bibit-bibit mahasiswa berprestasi dapat terus didukung dan menghasilkan prestasi yang lebih membanggakan bagi UGM di tahun-tahun berikutnya
(Ditulis oleh: Rida Nurafiati – KOMMAPRES UGM).

Mahasiswa Berprestasi UGM 2015

Yogyakarta – Sabtu, 4 April 2015 telah dilaksanakan Grand Final Seleksi Mahasiswa Berprestasi UGM yang dikemas dalam acara Super Camp 2. Acara ini dilangsungkan di Auditorium Fakultas Kedokteran UGM. Dalam acara ini, terdapat 10 finalis mahasiswa berprestasi dari program S-1 yang telah lolos dalam seleksi Super Camp 1 yang diselenggarakan pada 21 Februari 2015, serta 4 mahasiswa berprestasi program diploma UGM yang telah mengikuti proses seleksi internal di Sekolah Vokasi.

Kesepuluh finalis tersebut adalah Dian Yuanita Wulandari (Fakultas Kehutanan), Dianty Widyowati Ningrum (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik), Indriani Pratiwi (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik), Karima Afandi (Fakultas Farmasi), Muhammad Nabil Satria Faradis (Fakultas Teknik), Muhammad Rizki (Fakultas Hukum), Nabila Afif (Fakultas Teknik), Nurul Aisya Berylia (Fakultas Psikologi), Ricky Sudiarto Putra (Fakultas Teknik), dan Sabrina Woro Anggraini (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam). Beserta empat finalis Mahasiswa Berprestasi UGM 2015 program diploma yaitu Syamsa Midar Laksmiasa, Tiffany Carina Oriordan, Tri Cahyono, dan Wirdatul Aini.

Panitia Seleksi Mahasiswa Berprestasi UGM berasal dari Komunitas Mahasiswa Berprestasi (KOMMAPRES) UGM dan Gadjah Mada Inspiration Forum (GMIF) Angkatan ke-2.  Seleksi Mahasiswa Berprestasi UGM tahun ini terdiri atas dua tahapan yakni Super Camp 1 untuk memilih 10 besar mahasiswa berprestasi perwakilan fakultas, dilanjutkan dengan Super Camp 2 yang diselenggarakan untuk memilih 2 mahasiswa terbaik UGM dari program S-1 dan Diploma yang akan menjadi perwakilan UGM dalam ajang seleksi Mahasiswa Berprestasi Nasional oleh DIKTI.

Sebelum memasuki tahap seleksi kemampuan berbahasa Inggris dan presentasi karya tulis ilmiah, para finalis telah mengikuti tes kepribadian yang dilakukan oleh dosen psikologi UGM. Pada tes kepribadian ini, peserta digali karakter dan kepribadiannya sehingga dapat menjadi pertimbangan untuk keputusan akhir juri. Mahasiswa berprestasi tidak hanya baik dalam tataran prestasi dan akademik, namun harus berkarakter dan memiliki kemauan untuk berkontribusi untuk negeri. Selain itu, pada seleksi tahun ini juga dibuka pemungutan suara untuk memilih mahasiswa berprestasi terfavorit. Setiap mahasiswa UGM dapat memilih mahasiswa berprestasi terfavorit dengan memasukkan NIU (Nomor Induk Universitas) secara online. Hal ini bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa UGM untuk turut aktif dan meningkatkan antusiasme dalam seleksi mahasiswa berprestasi.

Pada Supercamp 2 ini, seleksi dilakukan dengan sistem kompetisi terbuka yang dapat disaksikan langsung oleh seluruh mahasiswa UGM. Selain itu, setiap peserta diwajibkan untuk membawa pendukung (Supporter) yang menyaksikan seluruh rangkaian acara seleksi Super Camp 2. “Hal ini sebagai upaya transparansi, sosialisasi, sekaligus menyemarakkan dan meningkatkan antusias mahasiswa UGM terhadap ajang mahasiswa berprestasi”, ujar Muhsin Al Anas selaku ketua Keluarga Mahasiswa Berprestasi UGM (KOMMAPRES UGM). Pada acara ini perwakilan seluruh lembaga mahasiswa baik pada tataran fakultas maupun universitas diundang untuk menghadiri acara ini. Tercatat ada 304 undangan dikirimkan kepada BSO, UKM, dan berbagai komunitas di UGM.

Acara dibuka secara resmi oleh  Sidik Purnomo, S.IP., M.Si. Kepala sub-direktorat Kelembagaan dan Kegiatan Mahasiswa UGM, dilanjutkan dengan tes Bahasa Inggris yang dilangsungkan secara panel antarfinalis. Peserta diuji kemampuan Bahasa Inggris dengan diberikan mosi secra undian berdasarkan topik nasional dan internasional terhangat saat ini. Selanjutnya finalis lain diberikan kesempatan untuk bertanya secara langsung kepada finalis yang sedang mempresentasikan kemampuan bahasa Inggrisnya. Selain untuk menguji kecakapan Bahasa Inggris, model seleksi ini juga sebagai bentuk adaptasi dan persiapan mental menghadapi seleksi mahasiswa berprestasi nasional. Setelah mengikuti seleksi Bahasa Inggris, finalis mempresentasikan Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang telah dibuatnya di hadapan dewan juri dan penonton. Setiap finalis diwajibkan untuk membuat karya tulis ilmiah yang berisi solusi berbagai permasalahan di Indonesia berdasarkan bidang ilmu para finalis. KTI ini juga digunakan sebagai salah satu persyaratan sekaligus unsur penilaian dalam proses seleksi mahasiswa berpresatsi di samping prestasi, kemampuan Bahasa Inggris, Indeks Prestasi Kumulatif, dan klarifikasi Curriculum Vitae.

utamaSetelah mengikuti seleksi yang cukup panjang dan diskusi oleh tim juri, mengingat semua 10 besar finalis adalah mahasiswa terbaik dengan sederet prestasi nasional dan internasional yang tidak dapat diragukan lagi kredibilitasnya. Akhirnya dipilihlah juara mahasiswa berprestasi UGM, yaitu:

Mahasiswa Berprestasi UGM Program S1:

2 (1)Dianty Widyowati Ningrum (Juara 1), 

3Sabrina Woro Anggraini (Juara 2);

Mahasiswa Berprestasi UGM Program Sekolah Vokasi :

4Tri Cahyono (Juara 1),

5Syamsa Midar Laksmiasa (Juara 2);

Mahasiswa Berprestasi UGM Terfavorit:

8

Muhammad Nabil Satria F. (Program S1) dan

Tiffany Carina Oriordan (Program D3).

Dianty Widyowati Ningrum dari FISIPOL jurusan PSDK sebagai Mahasiswa Berprestasi Program Sarjana dan Tri Cahyono dari  Program D3 Manajemen akan mewakili UGM dalam kompetisi pemilihan mahasiswa berprestasi nasional pada bulan Juni mendatang. Harapannya UGM dapat mempersiapkan kedua mahsasiswa ini sebaik-baiknya sehingga dapat merebut juara nasional.

*Oleh : Siti Mariyam

Final Mahasiswa Berprestasi UGM 2015

Dukung dan Saksikan Perhelatan Final Mahasiswa Berprestasi UGM S1 dan D3 2015

Sabtu, 4 April 2015 di Auditorium Fakultas Kedokteran UGM

11073523_945204828843683_4055342975358467692_o

SUPER CAMP 2 (Grand Final Mahasiswa Berprestasi UGM 2015) merupakan ajang pemilihan Mahasiswa Berprestasi UGM dari program S1 dan D3 UGM. Setelah melalui serangkaian seleksi berupa CV, IPK, presentasi karya tulis ilmiah dan tes psikologi, akhirnya terpilih sepuluh finalis Mahasiswa Berprestasi UGM 2015 program S1 dan empat finalis Mahasiswa Berprestasi UGM 2015 program D3. Sepuluh finalis Mahasiswa Berprestasi program S1 dan empat finalis Mahasiswa Berprestasi program D3 yang melaju pada babak final ini akan diuji di hadapan umum pada tanggal 4 April 2015 nanti, yaitu dari kemampuan menyajikan gagasan yang dituangkan dalam karya tulis ilmiah dan debat Bahasa Inggris dengan mosi yang telah diacak sebelumnya. Luaran dari ajang pemilihan Mahasiswa Berprestasi UGM 2015 ini adalah terpilihnya satu orang Mahasiswa Berprestasi program S1 dan satu orang Mahasiswa Berprestasi program D3 yang akan mewakili UGM dalam kancah Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional 2015 yang diadakan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi (DIKTI).

Sepuluh finalis Mahasiswa Berprestasi UGM 2015 program S1 (diurutkan berdasar abjad nama depan):

1. Dian Yuanita Wulandari (F. Kehutanan)

2. Dianty Widyowati Ningrum (F. ISIPOL)

3. Indriani Pratiwi (F. ISIPOL)

4. Karima Afandi (F. Farmasi)

5. Muhammad Nabil Satria Faradis (F. Teknik)

6. Muhammad Rizki (F. Hukum)

7. Nabila Afif (F. Teknik)

8. Nurul Aisya Beryllia (F. Psikologi)

9. Ricky Sudiarto Putra (F. Teknik)

10. Sabrina Woro Anggraini (F. MIPA)

 

Empat finalis Mahasiswa Berprestasi UGM 2015 program D3 (diurutkan berdasar abjad nama depan):

1. Syamsa Midar Laksmiasa

2. Tiffany Carina Oriordan

3. Tri Cahyono

4. Wirdatul Aini

 

Dukung Calon Mahasiswa Berprestasi UGM 2015 favoritmu dengan mengisi formulir berikut ini:

Mahasiswa Berprestasi program S1 : tinyurl.com/MapresFavUGM15
Mahasiswa Berprestasi program D3 : tinyurl.com/MapresFavSVUGM15

*Pemilihan Mahasiswa Berprestasi UGM 2015 paling favorit ini adalah nominasi tambahan dalam ajang pemilihan Mahasiswa Berprestasi UGM 2015. Suara (vote) yang diperoleh dari formulir tersebut tidak akan mempengaruhi penilaian dewan juri dalam menentukan satu orang Mahasiswa Berprestasi UGM 2015 yang akan menjadi representatif UGM di kancah nasional.

 

Super Camp 1 “Seleksi Mahasiswa Berprestasi UGM 2015″

Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan Komunitas Mahasiswa Berprestasi dan Gadjah Mada Inspiration Forum akan mengadakan Super Camp 1. Kegiatan ini merupakan tahap kedua seleksi mahasiswa berprestasi UGM. Supercamp 1 akan diikuti oleh 43 mahasiswa yang terpilih dan mewakili tiap fakultas di UGM (Peringkat 1 dan 2 Mapres Fakultas), mahasiswa berprestasi dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan mahasiswa yang terjaring melalui mekanisme closed recruitment. Kegiatan Super Camp 1 diadakan pada tanggal 21 Februari 2015 bertempat di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM yang akan diisi sesi inspirasi oleh Ibu Tri Mumpuni (Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) dan penggerak mikro hidro Indonesia) dan Birrul Qodriyyah (alumni UGM, Juara 4 Mahasiswa Berprestasi Nasional 2013 dan Mahasiswa Terinspiratif Nasional 2013). Pada hari pertama, seusai sesi inspirasi, para peserta akan diuji kemampuan berbahasa Inggris. Dilanjutkan pada hari kedua tanggal 22 Februari 2015 para peserta akan melalui seleksi presentasi karya tulis ilmiah di hadapan para penguji. Setiap mahasiswa akan mempresentasikan karya tulis ilmiah yang telah dibuat kemudian diikuti sesi tanya jawab oleh para penguji. Pada hari kedua ini, seleksi dibuka untuk umum sehingga para peserta diperbolehkan membawa tim pendukung (supporter). Proses seleksi kemampuan berbahasa Inggris dan karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk memilih 10 mahasiswa terbaik yang berhak mengikuti seleksi terakhir yaitu Super Camp 2 yang akan diadakan pada bulan Maret. Hasil akhir dari rangkaian kegiatan Seleksi Mahasiswa Berprestasi UGM adalah terpilihnya satu mahasiswa berprestasi UGM 2015 yang akan membawa nama UGM di ajang mahasiswa berprestasi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh DIKTI.

Kelas Inspirasi dengan Pak Ganjar

10488025_922898944407605_2703286227901609228_n

Komunitas Mahasiswa Beprestasi (KOMMAPRES) UGM mengadakan Kelas Inspirasi dengan menghadirkan Ganjar Pranowo, Gubenur Jawa Tengah sekaligus Ketua KAGAMA (Keluarga Alumni Gadjah Mada) yang bertempat di Universitas Club. Kegiatan yang diadakan pada Senin 16 Februari 2015 tersebut merupakan serangkaian kegiatan menuju seleksi mahasiswa berprestasi UGM 2015.

Pada kesempatan tersebut, Ganjar menyampaikan pentingnya pengetahuan untuk kemanusiaan. Mahasiswa dengan pengetahuan yang didapatkan di bangku kuliah harus mampu menjadi problem solver untuk bangsanya. Mengingat masih banyaknya masalah yang terjadi di negari ini seperti bencana, energi, dan pangan. Selain itu, krisis kepemimpinan juga menjadi topik yang ditekankan oleh Ganjar. Mahasiswa berprestasi, tentunya harus menjadi teladan bagi mahasiswa lainnya.

Pada Kelas Inspirasi tersebut juga turut hadir Rektor, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D., Wakil Rektor bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarat, Prof. Dr. Suratman M.Sc., Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni UGM, Dr. Paripurna, S.H, M.Hum., LLM., dan Direktur Kemahasiswaan, Dr. Drs. Senawi M.P.

Kelas Inspirasi diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada mahasiswa berprestasi supaya tergerak untuk memiliki andil terhadap penyelesaian masalah bangsa. Mereka juga diharapkan dapat menunjukkan kemampuan terbaik dalam seleksi mahasiswa berprestasi tahun ini ” tambah Muhsin Al Anas, selaku ketua KOMMAPRES UGM.

Seleksi mahasiswa berprestasi tingkat universitas akan dilaksanakan pada tanggal 21-22 Februari 2015 untuk memilih 10 mahasiswa terbaik. Tahun ini terdapat 43 peserta Mapres 2015 dari semua fakultas di UGM yang akan mengikuti seleksi mahasiswa berprestasi.

inspirasi ganjar

Pra Super Camp 1 Seleksi Mahasiswa Berprestasi UGM 2015

Bulan Februari ini Universitas Gadjah Mada bekerjsama dengan Komunitas Mahasiswa Berprestasi (KOMMAPRES) dan Gadjah Mada Inspiration Forum (GMIF) sedang melaksanakan rangkaian kegiatan Seleksi Mahasiswa Berprestasi UGM 2015. Saat ini kami tengah mempersiapkan Super Camp 1. Seleksi tahap kedua ini akan dilaksanakan pada tanggal 21-22 Februari 2015 bertempat di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Sebelum melaksanakan Super Camp 1 akan diadakan kegiatan Pra Super Camp 1 yang akan dilaksanakan pada hari Senin, 16 Februari 2015 pukul 09.00-12.00 bertempat di University Club Universitas Gadjah Mada. Pra Super Camp 1 ini akan diikuti oleh 43 calon mahasiswa berprestasi (Mapres) yang mewakili setiap fakultas dan beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa di UGM.  Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo akan memberikan motivasi dan inspirasi untuk para peserta Seleksi Mahasiswa Berprestasi UGM 2015 supaya mereka siap bersaing dan berkompetisi untuk menjadi Mahasiswa Berprestasi 1 UGM 2015 yang akan mewakili UGM di kompetisi mahasiswa berprestasi tingkat nasional.

Ditulis oleh : Siti Mariyam