Coming Soon! Open Recruitment GMIF #2

COMING SOON!
OPEN RECRUITMENT OF GADJAH MADA INSPIRATION FORUM (GMIF) BATCH 2.

GMIF is a forum of inter faculty students in UGM and was firstly launched in 2013 by Kommapres UGM (Komunitas Mahasiswa Berprestasi UGM) alumni.
Its objective is to develop UGM students’ potential in leadership, problem solving skills, and academics in order to become the ‘High Achiever’.
Look forward to whole new experience of being trained by UGM’s best people through this forum.
Keep your tiger eyes open to get the latest information regarding to the recruitment. Get yourself ready to start the journey with us!

Gadjah Mada Inspiration Forum,
Prestasi Indonesia, Inspirasi Dunia.
IMG-20140918-WA0000

GMIF ADAKAN KELAS KEPEMIMPINAN

Gadjah Mada Inspiration Forum merupakan sebuah forum yang dibentuk oleh Komunitas Mahasiswa Berprestasi UGM. Forum ini dibentuk untuk memberi inspirasi, motivasi, gagasan serta ilmu dari para senior mahasiswa UGM yang sukses dan berprestasi. Sehingga dari program ini, para peserta akan lebih berprestasi dan mampu memberikan solusi atas permasalahan yang ada disekitar. “ 14 peserta GMIF adalah peserta dari berbagai fakultas yang telah lolos seleksi dengan harapan bahwa melalui GMIF, UGM akan melahirkan insan berprestasi “ ujar Maulana Rizki salah seorang founder GMIF.

IMG_80861
Program yang digelar pada hari minggu 13 April 2014 adalah Kelas Kepemimpinan. Kegiatan ini berlangsung di CED UGM dengan coach Raden Handidwiono (Mantan Ketua BEM FK) dan Ridho Andika Putra (Mantan Ketua Gama Cendekia). Para peserta yang dibagi menjadi 2 tim sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Kelas ini merupakan kegiatan pertama dari rangkaian kelas yang cukup banyak. Para peserta berdiskusi terkait kepemimpinan yang harus ada dalam jiwa pemuda saat ini, selain itu mereka juga harus tahu peran mereka sebagai seorang pemimpin. Mukhsin Al Anas sebagai Project Officer GMIF mengatakan “Peserta GMIF dibentuk agar memiliki prestasi, baik di bidang akademik dan organisasi. Sehingga karakter softskill dan hardskill akan terbentuk”.
IMG_8126

Selain Kelas Kepemimpinan, masih ada lagi yaitu Kelas Berprestasi, Kelas International Exchange , Kelas Public Speaking, Kelas Penelitian dan Menulis, Kelas Motivasi dan Inspirasi , Kelas Relawan Sosial dan Kelas Enterpreneur. Tidak hanya kegiatan coaching saja, akan tetapi GMIF juga berperan sebagai event organizer dalam kegiatan Mapres UGM. Tentunya kegiatan GMIF ini nantinya akan terus berlanjut hingga tahun tahun berikutnya, sehingga UGM akan melahirkan calon calon Pemimpin terbaik di Negeri ini.

Grand Final Seleksi Mahasiswa Berprestasi UGM 27 April 2014, Terbuka Untuk Umum

Super Camp 2 yang merupakan Grand Final Mahasiswa Berprestasi (Mapres) UGM 2014 akan diadakan pada hari Sabtu-Minggu, 26-27 April 2014 di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM Lantai 1. Ajang seleksi untuk memilih mahasiswa terbaik UGM ini dilaksanakan selama dua hari yang terdiri serangkaian acara outbond dan training pada hari pertama serta presentasi karya tulis dan Bahasa Inggris pada hari kedua.

Proses seleksi Mapres kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. “Panitia menyiapkan acara seleksi ini sebagai acara terbuka agar dapat disaksikan oleh mahasiswa UGM agar seleksi ini benar-benar terasa seperti audisi besar seperti yang telah dilakukan di kampus-kampus lain,” ujar Birrul Qodriyyah, Mapres UGM 2013 yang telah mendapatkan cerita dari teman-teman Mapres kampus lain ketika mengikuti seleksi nasional di Jakarta tahun lalu. Selain agar suasana acara lebih termotivasi dan semarak, penonton juga dapat mengambil inspirasi dari para finalis seleksi Mapres ini.

Finalis Mapres yang akan mengikuti grand final ini berjumlah 10 orang, namun satu di antaranya, Rida Nurafiati akan diseleksi terlebih dahulu pada Kamis, 24 April di Dirmawa karena berhalangan hadir pada tanggal 26-27 April mendatang. Namun demikian hal ini tidak mengganggu berjalannya seluruh kegiatan acara.

Acara yang dapat ditonton oleh civitas akademika UGM adalah seleksi yang berlangsung pada 27 April mendatang. Selain para finalis yang diwajibkan membawa supporter pada hari tersebut, acara ini juga terbuka bagi seluruh mahasiswa UGM yang berminat untuk menonton. Penonton juga diperbolehkan berasal dari berbagai fakultas sekalipun fakultas tersebut tidak memiliki perwakilan pada grand final ini. Perwakilan dari BEM tiap fakultas juga diundang dengan harapan dapat mengambil inspirasi untuk sosialisasi Mapres masing-masing fakultas pada periode mendatang.

Bagi para civitas akademika yang ingin datang dapat menghubungi Contact Person : Ibnu +628574064251010153766_10202125924538566_8776180865038041973_n

10 Finalis Mahasiswa Berprestasi UGM 2014

Proses Seleksi Tahap I Mahasiswa Berprestasi (Mapres) UGM (Super Camp 1) telah selesai pada Minggu, 30 Maret 2013. Berbeda dengan hari sebelumnya ketika peserta hanya berasal dari fakultas-fakultas di UGM, hari ini peserta tidak hanya mewakili fakultas tapi beberapa juga ada yang mewakili UKM. “Tahun ini Dirmawa meminta ada perwakilan dari UKM yang akan mengikuti proses seleksi Mapres,” ujar Birrul Qodriyyah, Mapres UGM 2013 yang juga mengurusi proses seleksi Mapres UGM 2014.

Sama seperti hari sebelumnya, tiap peserta diuji kompetensi berbahasa Inggris serta presentasi karya tulis ilmiah. Karena di akhir hari kedua Super Camp I ini akan dilakukan pengumuman finalis Mapres UGM 2014, maka suasana terlihat lebih ramai, terutama pada saat akan diumumkannya para finalis. Acara juga diramaikan oleh kehadiran staf dan pegawai dari Dirmawa.

Tahun ini, diambil 10 orang terbaik dari seluruh peserta. Mereka adalah :

  1. Daniel Oscar Baskoro (MIPA)
  2. Dyah Savitri Pritadrajati (Ekonomika dan Bisnis)
  3. Erwina Salsabila (Ilmu Sosial dan Ilmu Politik)
  4. Immanuel Sanka (Biologi)
  5. Muhsin Al Anas (Peternakan)
  6. Nur’aini Yuwanita Wakan (Ekonomika dan Bisnis)
  7. Raisatunnisa S (Farmasi)
  8. Regisda Machdy Fuady (Psikologi)
  9. Rezky Meidiono (Teknik)
  10. Rida Nurafiati (Ekonomika dan Bisnis)

*diurutkan berdasarkan abjad

Sepuluh finalis ini akan mengikuti seleksi tahap II (Super Camp II) untuk memperebutkan posisi Mapres I UGM yang akan dikirimkan mewakili UGM ke tingkat nasional. Super Camp II akan diadakan pada pertengahan April mendatang. “Kesepuluh finalis ini akan mengikuti Super Camp II yang penyelenggaraannya akan dibuat semirip mungkin dengan seleksi Mapres tingkat nasional,” ungkap Birrul lagi.

202711_10202006542474089_965430208_o copy

Detiza Goldianto, Mengukir Prestasi Tanpa Batas Dimensi

Pada tanggal 23 November 2013, tim Inspirasi UGM telah melakukan wawancara dengan Detiza Goldianto Octensi Hernowo, Juara 2 Mahasiswa Berprestasi UGM 2012. Edisi kali ini, tim Inspirasi UGM akan membahas mengenai perjalanan hidup Detiza dan hal-hal yang menumbuhkan motivasinya menjadi mahasiswa yang berprestasi. Berikut liputannya:

  1. Bagaimana background keluarga kak Detiza?

Keluarga saya dulunya bisa dikatakan keluarga yang sangat sederhana. Ayah saya bekerja sebagai seorang PNS dengan penghasilan pas – pasan yang digunakan untuk menghidupi 1 istri dan 4 orang anak. Kebetulan saya adalah anak terakhir dari 4 bersaudara. Dulu, waktu masih kecil bisa dikatakan roda perekonomian kami sedang berada di bawah. Namun dibalik itu semua, saya pribadi cukup salut dengan perjuangan ayah yang mampu menghidupi keluarga kami dengan maksimal. Alhamdulillah, dengan adanya dukungan dan motivasi dari kedua orang tua, kami berempat mampu mengenyam pendidikan hingga tingkat sarjana di UGM dan hidup serba berkecukupan hingga saat ini.

 

  1. Adakah cerita masa kecil tentang didikan keluarga atau lingkungan yang mempengaruhi kak Detiza hingga menjadi Detiza yang sekarang?

Keluarga kami bisa dikatakan didominasi oleh kemampuan eksak yang cukup kuat dibandingkan sosial. Ayah saya lulusan teknik kimia UGM, pun demikian dengan kedua kakak saya yang mengambil jurusan sejenis. Ibu dan kakak saya lainnya merupakan sarjana ekonomi dan psikologi. Berawal dari background pendidikan yang kuat, tentunya hal inilah yang menjadikan pijakan awal kami dalam belajar. Pendidikan adalah hal yang menjadi prioritas utama dalam keluarga. Orang tua, khususnya ibu saya selalu mengajari dan melatih semua anak – anaknya untuk belajar keras dan mandiri sedari kecil. Tidak jarang kami semua mengeluh akan keadaan yang memberatkan kami hingga harus rela mengurangi jatah bermain. Namun, ibu saya selalu menjelaskan bahwa dengan berusaha keras sejak dini akan berdampak positif ke depannya.  Dulu waktu masih SD, ibu  saya selalu melatih dan mengajari saya dalam belajar dan mengerjakan PR. Pernah suatu ketika ada ulangan matematika “porogapit” (pembagian angka) hingga lebih dari 7 digit jumlahnya, saya selalu menghitung paling cepat dan menjadi terbaik di kelas. Selain itu, sewaktu jaman SMA, kemampuan hitung angka pernah saya coba untuk berkompetisi dengan salah satu mahasiswa PTN di Jogja dan hasilnya mampu unggul jauh di atas mahasiswa tersebut. Kemampuan hitung cepat ini saya terapkan dengan menggunakan daya imajinasi seperti salah satu quote yang pernah Albert Einstein ucapkan yakni “Imagination is more important than knowledge,…”

 

  1. Bagaimana sih metamorfosis kak Detiza sejak SD hingga sekarang? Kejadian atau kisah apa yang membuat kak Detiza menjadi lebih dewasa?

Sewaktu saya masih SD hingga SMP, saya merupakan tipe pemalu dan tidak suka berbicara maupun tampil di depan umum. Namun perubahan metamorfosis yang cukup signifikan terjadi ketika SMA hingga saat ini. Kejadian yang membuat saya menjadi lebih dewasa yakni dikarenakan banyaknya kebutuhan di tengah – tengah krisis ekonomi keluarga. Berawal dari keinginan memiliki hp pribadi, semenjak SMA kelas 1 hingga kelas 3, hampir di setiap perlombaan fisika maupun matematika, saya selalu diikutsertakan sebagai representatif SMA untuk bersaing dengan siswa – siswa dari SMA lain baik di tingkat kota hingga tingkat nasional. Tak jarang pula juara harapan 2 hingga juara 1 pun pernah saya dapatkan dan meraih penghargaan sebagai salah satu siswa berprestasi di SMA. Berawal dari keikutsertaan lomba itulah, saya mampu menabung untuk biaya uang saku sehari –hari hingga atmosfir kompetisi tersebut masih terbawa hingga saat ini.

 

  1. Bagaimana kak Detiza bisa memperoleh beasiswa ke Saitama University, Jepang dan menjadi Mahasiswa Berprestasi UGM?

Beasiswa untuk student exchange ke Jepang saya dapatkan ketika ada tawaran dari dosen pembimbing skripsi yang mulai merintis kolaborasi riset dengan salah satu lembaga riset disana. Waktu itu, saya mengikuti proses seleksi dokumen dan wawancara. Alhamdulillah tanpa disangka – sangka, saya dinobatkan sebagai kandidat utama untuk melakukan penelitian di Univ.Saitama, Jepang dan sempat berkunjung ke salah satu reaktor nuklir terbesar di Jepang. Selain memperdalam passion saya di dunia research, tentunya saya belajar banyak hal terkait budaya disiplin dan kerja keras yang mereka miliki. Pun, kesadaran dan kepedulian masyarakatnya yang tinggi menjadi ciri khas negeri matahari terbit ini.

Menjadi mahasiswa berprestasi UGM awalnya bukan lah cita – cita saya. Prinsip hidup saya kala mahasiswa adalah kerja keras dan totalitas dalam berkarya. Alhamdulillah, hasil jerih payah yang saya lakukan selama 4 tahun dalam berbagai macam kegiatan mendapat hasil yang memuaskan sehingga dianugerahi penghargaan mahasiswa berprestasi 2 UGM tahun 2012. Hal ini yang menjadi pemicu saya tuk terus mengembangkan potensi dan khasanah keilmuan yang saya miliki sehingga bermanfaat untuk masyarakat.

 

  1. Apa hal yang memotivasi kak Detiza untuk berusaha sampai sejauh ini?

Yang paling memotivasi adalah keinginan diri pribadi untuk terus berkarya dan produktif di usia muda. Saya pribadi ini merupakan tipe orang dimana semua hal yang saya mau harus terwujud sehingga motivasi saya untuk mencapai suatu tujuan bisa dikatakan cukup tinggi. Kegagalan demi kegagalan pun acapkali saya dapatkan. Namun, pada akhirnya yang namanya keberhasilan pun bisa saya raih walaupun menempuh aral rintangan yang penuh suka maupun duka.

 

  1. Sebenarnya apa sih passion mas Detiza?

Passion saya lebih ke arah research dan public speaking.

 

  1. Apakah kak Detiza pernah merasakan moment terpuruk sepanjang hidup kakak? Bagaimana ceritanya?

Tentu saja setiap manusia pernah merasakan kegagalan/ momen terpuruk. Salah satu momen terpuruk saya yakni kegagalan di-wisuda februari 2013 dan meraih IPK Cumlaude sehingga saya harus menelan pahit konsekuensi yang saya ambil dan merancang kembali rencana 5 tahun ke depan.

 

  1. Apa hal yang membuat kak Detiza bangkit lagi?

Semangat dan motivasi yang kuat. Kadang kalau semangat saya mulai luntur, saya coba imbangi dengan membayangkan moment paling membahagiakan atau melihat foto ketika saya sedang berada di Jepang, juara lomba ketika SMA, perjuangan mendapatkan beasiswa dari perusahaan dsb.

 

  1. Apa mimpi kak Detiza? Bagaimana usaha kak Detiza untuk mewujudkannya?

Mimpi saya menjadi dosen di Fisika UGM. Usaha yang sedang saya lakukan yakni saat ini saya sedang apply salah satu beasiswa untuk studi S2 di Jepang, apabila berhasil Insya Allah akan berangkat September tahun depan. Namun, jikalau gagal kemungkinan besar saya akan bekerja dulu sementara waktu dan mencoba terus hingga mendapatkan kesempatan sekolah disana.

 

  1. Apakah hal yang bisa dilakukan teman-teman lain agar bisa merealisasikan mimpi mereka?

Tetapkan target dan tujuan yang diimbangi dengan berdoa dan berusaha keras. Jangan lupa pula minta doa restu dari kedua orang tua untuk menggapai cita – cita yang diinginkan.

 

  1. Apa pesan kak Detiza untuk para pemuda agar tidak mudah patah semangat?

Terus berjuang dan totalitas dalam berkarya. Salah satu quote yang pernah saya buat dan terus memotivasi saya pribadi di tahun 2010 yang berbunyi “Pemuda Sejati Takkan Pernah Berhenti Tuk Mengukir Prestasi Tanpa Batas Dimensi”

426707_2695035101952_2025771869_n*Detiza Goldianto Octensi Hernowo
Lulusan S1 Fisika Fakultas MIPA UGM 2008 yang memperoleh kesempatan  studi mengenai Organic Materials di Saitama University, Jepang pada tahun 2012. Semasa kuliah ia juga memperoleh beasiswa studi dari PT. ASTRA International Tbk dan berhasil menjadi Juara 2 Mahasiswa Berprestasi UGM 2012.

Super Camp I (Day #1)

Proses Seleksi Tahap I Mahasiswa Berprestasi (Mapres) UGM atau disebut juga dengan Super Camp I hari pertama telah berlangsung dengan sukses hari ini (29/3). Acara berlangsung sejak pukul 08.00 di ruang TE 2, TE 3, serta TE 5 di Lantai 3 gedung PAU Pascasarjana UGM. Pak Sidik dari Dirmawa yang memberi sambutan menyemangati para peserta dengan mengingatkan bahwa selama ini perwakilan mapres dari UGM belum pernah ada yang menduduki juara I Mapres tingkat nasional.

Seleksi tahap I ini, selain penilaian dari Curriculum Vitae, penilaian juga terbagi menjadi dua uji kompetensi, yaitu uji presentasi karya tulis serta uji kemampuan Bahasa Inggris. Model presentasi karya ilmiah adalah presentasi yang dilanjutkan tanya jawab dengan dosen. Sedangkan untuk uji kemampuan Bahasa Inggris tiap peserta akan mengambil kertas undian secara acak yang di dalamnya telah terdapat mosi atau tema tertentu. Masing-masing peserta harus menyampaikan pendapatnya terkait mosi yang tertera pada kertas dalam waktu 5 menit setelah brainstorming dalam waktu yang amat singkat, kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab.

Pada serangkaian seleksi ini para peserta dituntut untuk dapat mempertanggungjawabkan karya tulis baik secara ide maupun secara pembahasan, berpikir cepat mengenai suatu tema, serta mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh dosen penguji. Dosen yang menjadi juri hari ini berasal dari Fakultas Farmasi, Teknologi Pertanian, Ilmu Budaya serta Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

“Peserta hari ini berjumlah sebanyak 17 orang dari berbagai fakultas di UGM. Besok (30/3) akan dilakukan tahapan seleksi yang sama dengan peserta yang lebih banyak dari hari ini.” Kata Muhammad Nabil Satria Faradis, Ketua Pelaksana Seleksi Mapres ini. Dari serangkaian seleksi ini akan dipilih finalis-finalis terbaik yang akan diseleksi kembali pada Super Camp 2 untuk memilih Mapres UGM yang kemudian akan dilanjutkan ke seleksi Mapres nasional, tambahnya. (Fitri)
1980492_4008840315061_248905733_o

Seleksi Mahasiswa Berprestasi UGM “Super Camp 1″

SELEKSI MAHASISWA BERPRESTASI 2014 TAHAP I (SUPERCAMP I)1912046_10201962544414165_2047215244_o

Direktorat Kemahasiwaan (Dirmawa) UGM bersama dengan Komunitas Mahasiswa Berprestasi (Kommapres) Universitas Gadjah Mada akan mengadakan Seleksi Mahasiswa Berprestasi tahap I pada hari Sabtu (29/3) dan Minggu (30/3). Proses seleksi tahap satu dimulai pukul 08.00 -15.00 WIB dan dilakukan secara tertutup di di Ruang Sidang I dan II  Gedung PAU Pasca Sarjana UGM.

Peserta seleksi tahap I ini berjumlah 35 orang peserta yang telah lolos seleksi berkas dan mewakili tiap fakultasnya masing-masing. Peserta pada seleksi kali ini akan mempresentasikan hasil karya tulis ilmiahnya dan mengikuti wawancara berbahasa inggris. Peserta akan dinilai kemampuannya oleh 8 orang juri yang merupakan dosen UGM dan nantinya akan meloloskan 15 orang calon Mahasiswa Berprestasi (Mapres).

Maulana Rizki Aditama (MIPA 2010),  Ketua Kommapres UGM 2013 mengatakan bahwa 15 peserta yang lolos tahap I (Super Camp I) ini nantinya akan mengikuti Proses Seleksi Tahap II (Super Camp II) untuk menjadi Mapres UGM 2014. Acara Super Camp I ini juga akan dihadiri oleh Mapres I UGM  2013, Birrul Qodriyyah (FK 2010) yang akan ikut memberi pengarahan dan juga mengisi acara bersama anggota Kommapres lainnya. Mapres yang terpilih nantinya akan mewakili UGM di Seleksi Mapres tingkat Nasional.

“Alhamdulillah, tahun ini yang mendaftar Mapres outstanding semua orang-orangnya, doakan saja nanti kita dapat yang terbaik untuk maju di tingkat nasional ya”, ujar Birrul yang juga panitia Super Camp I ini. Dirmawa berharap nantinya akan didapatkan Mapres I UGM yang bisa lebih baik lagi dari Birrul dan dapat juara di tingkat Nasional. Acara ini akan berakhir pada hari Minggu (30/3) dan ditutup oleh Direktur Kemahasiswaan UGM Dr. Drs. Senawi, M.P. di Ruang Sidang I PAU UGM. (Mila)

 

Gadjah Mada Inspiration Forum

Oleh : Maulana Rizki Aditama

Mengapa Gadjah Mada Inspiration Forum ?

Gadjah Mada Inspiration Forum merupakan sebuah project baru dari Komunitas Mahasiswa Berprestasi UGM yang sebelumnya bernama “Forum Jumat Sore “. GMIF ini dibentuk oleh Maulana Rizki Aditama, Birrul Qodriyyah, Raden Handi Dwiono dan Nurvirta Monarizqa (Co-founder). Forum ini memiliki tujuan untuk menghimpun Mahasiswa Muda UGM tahun ke 2 yang terpilih untuk mendapatkan pelatihan secara gratis dari Mahasiswa Berprestasi dan alumni berprestasi UGM. Kegiatan ini bersifat kaderisasi yang akan berlangsung selama 2 Bulan (April-Mei 2014) dengan rincian pelatihan sebanyak 2 Kali dalam 1 Bulan. Kegiatan pelatihan tidak akan mengganggu jadwal kuliah peserta karena akan berlangsung setiap hari Sabtu Siang. Diharapkan Peserta terpilih nantinya memiliki visi prestasi luar biasa yang kemudian akan direkomendasikan untuk aktif dalam seleksi Mahasiswa Berprestasi tahun berikutnya.

Apa bedanya dengan Inspirasi UGM ?
Inspirasi UGM sedikit berbeda dengan GMIF walaupun sama sama berada pada induk Kommapres. Inspirasi UGM merupakan sebuah project yang berbasis pada inspirasi dan pengalaman Mahasiswa Seluruh UGM yang kemudian diseleksi dan diambil yang terbaik untuk dimuat pada Web Inspirasi UGM. Muatan Web juga bisa berisi hasil pemikiran yang dituangkan dalam bentuk artikel ilmiah sesuai bidang ilmu (multi disiplin ilmu). Inspirasi UGM dibentuk oleh Ahmad Nasikun (Mahasiswa Berprestasi 1 UGM 2010) yang merupakan alumni UGM yang sekarang melanjutkan studi S2 di Korea. Inspirasi UGM kini dipegang oleh Rida Nurafiati, dimana kegiatan ini sudah memiliki beberapa anggota dalam mengelola Web.
Co Founder and Advisors :

Ahmad Nasikun, Maulana Rizki, Birrul Q, Raden Handi, Nurvirta Monarizqa

Project Leader of Inspirasi UGM :

Rida Nurafiati

Project Leader of GMIF :

Mukhsin Al Anas

Screen Shot 2014-03-23 at 6.31.39 PM

Coach GMIF

*) Empat pertemuan dimulai minggu pertama bulan April (Warna Biru), Pertengahan April(Warna Hijau), Awal Mei (Warna Merah), Akhir Mei (Warna Coklat).

Setiap pembicara diberi waktu 15 menit untuk Presentasi.

Just another WordPress site